INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Di tengah kesibukan memberikan layanan pendidikan tanpa batas ruang dan waktu, Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin tetap memperhatikan kebugaran para pegawainya. Salah satunya melalui kegiatan senam rutin setiap Jumat, kegiatan kali ini disertai pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di Kota Banjarmasin.

Suasana riang pun terlihat dalam kegiatan senam bersama yang digelar di halaman kantor UT Banjarmasin, Jumat (28/11/2025).

Direktur UT Banjarmasin, Mochamad Priono, mengatakan bahwa beban kerja yang tinggi serta timeline pekerjaan yang ketat menuntut para pegawai untuk tetap bugar. Karena itu, pihaknya menjadikan olahraga rutin sebagai salah satu kebijakan penting.

“Pegawai adalah investasi yang sangat mahal, apalagi yang memiliki kompetensi tinggi. Karena itu olahraga wajib digelar sekali sepekan agar otot, pikiran, dan tubuh kembali segar serta menambah semangat kerja,” ujarnya.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan rutin penggunaan APAR. Priono menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian UT terhadap maraknya musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Banjarmasin.

“Setiap akhir tahun kami rutin bekerja sama dengan Damkar untuk melakukan pelatihan, mengulang kembali agar seluruh staf mampu mengoperasikan APAR dengan efektif dan efisien,” katanya.

Ia berharap seluruh pegawai, mulai dari pimpinan hingga bagian pengamanan, mampu menggunakan APAR dengan benar dan selalu waspada terhadap risiko kebakaran, mengingat aktivitas kantor banyak menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, printer, dan server.
“Alhamdulillah pimpinan pusat juga sangat peduli dengan keamanan. Salah satunya memastikan setiap area lingkungan kerja dilengkapi alat APAR,” tambahnya.

Direktur UT Banjarmasin M. Priono saat memadamkan api menggunakan APAR

Perwakilan Damkar Kota Banjarmasin, Mulyatno Hadi, mengapresiasi UT atas perhatian dan kesiapannya dalam menghadapi potensi musibah kebakaran.
“Mudah-mudahan UT menjadi kampus pelopor kesiapsiagaan darurat atau kebencanaan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar hunian masing-masing, terutama dalam mengecek peralatan listrik.

“Mayoritas kebakaran di Kota Banjarmasin disebabkan oleh kelalaian, terutama terkait penggunaan listrik dan peralatan elektronik di rumah,” tegasnya.

 

Foto bersama usai pelatihan penggunaan APAR

(Kko)