INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin memberikan penganugerahan kepada para pemimpin daerah, SKPD, dan BUMD yang selama ini mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dukungan tersebut dinilai sangat berperan dalam membantu Baznas menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat kurang mampu.

Dukungan penuh Pemerintah Kota Banjarmasin—mulai dari wali kota, wakil wali kota, jajaran SKPD, hingga BUMD—untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas terbukti memberikan dampak besar. Bantuan yang terkumpul mampu disalurkan secara tepat sasaran, langsung menyentuh warga yang berhak menerimanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Baznas Banjarmasin menggelar penganugerahan Pemimpin Daerah Peduli Zakat, SKPD, dan BUMD Peduli Zakat. Kegiatan berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Selasa, 9 Desember 2025.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, hadir menerima penghargaan mewakili pemimpin daerah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Banjarmasin, H. Riduan Masykur.

Selanjutnya SKPD dengan pengumpul ZIS terbaik juga mendapat penghargaan yang diserahkan Ananda, Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup & Kementerian Agama Kota Banjarmasin dengan total 30 instansi yang menerimanya.

Dalam kesempatan itu, Ananda menyampaikan bahwa Baznas selalu hadir mendampingi pemerintah, termasuk saat terjadi musibah kebakaran dan berbagai peristiwa sosial lainnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan sosial di Banjarmasin masih cukup besar, terlebih dengan keterbatasan transfer keuangan daerah. Karena itu, ia berharap sinergi dengan Baznas dapat semakin diperkuat. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam berzakat bagi ASN, PPPK, BUMD, dan perusahaan daerah untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Banjarmasin, H. Riduan Masykur, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 Baznas telah menghimpun dana ZIS lebih dari Rp2 miliar. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui berbagai program sosial, mulai dari bantuan korban kebakaran, santunan dhuafa, hingga bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Baznas juga menjalankan program renovasi rumah tidak layak huni, pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui Baznas Microfinance Desa (BMD), serta program kesehatan keluarga yang fokus pada pencegahan stunting melalui pendampingan ibu hamil, pemenuhan gizi, dan tasyakuran massal.

Riduan menegaskan bahwa seluruh program tersebut dijalankan berdasarkan amanah masyarakat serta melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Ke depan, Baznas akan memperluas kolaborasi, termasuk menggandeng BUMN dan BUMD. Ia mencontohkan, tahun depan BRI akan membantu renovasi satu unit rumah tidak layak huni senilai Rp35 juta.

Baznas juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program-program pemerintah kota, baik wali kota maupun wakil wali kota.

Dengan penganugerahan ini, Baznas berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat semakin kuat sehingga upaya mengatasi berbagai persoalan sosial di Kota Banjarmasin dapat berjalan lebih optimal.

(Kko)