INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Rangkaian Manasik Haji Mandiri bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Banjarmasin tahun 2026 resmi mencapai puncaknya. Kegiatan puncak manasik tersebut digelar di Asrama Haji Banjarbaru, Sabtu (31/1/2026).

Sebelumnya, para jemaah telah mengikuti 10 kali manasik teori. Pada puncak kegiatan ini, sebanyak 721 CJH mengikuti simulasi lengkap rangkaian ibadah haji, mulai dari ihram dari miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melempar jumrah, tahallul, tawaf ifadah, hingga ditutup dengan tawaf wada.

Ketua Panitia Manasik Haji Mandiri Kota Banjarmasin, Abdul Hadi, mengatakan kegiatan ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian manasik haji mandiri yang dilaksanakan di bawah pembinaan langsung Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin.

“Kegiatan hari ini adalah puncak sekaligus penutupan Manasik Haji Mandiri Kota Banjarmasin. Ini merupakan rangkaian terakhir yang kami laksanakan,” ujarnya.

Menurut Abdul Hadi, manasik mandiri ini sangat penting karena waktu manasik yang disediakan pemerintah relatif terbatas.

“Manasik yang dibiayai pemerintah hanya dilaksanakan lima kali. Karena itu perlu dikuatkan lagi dengan praktik manasik seperti yang kita lakukan sekarang ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski pelaksanaannya dikelola secara mandiri, kegiatan tersebut tetap berada dalam koordinasi dan pembinaan kementerian terkait.

“Secara kebijakan ini dari kementerian, namun pelaksanaannya diserahkan kepada kami. Jadi tetap merupakan bagian dari sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya.

Abdul Hadi menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyiapkan mental, pengetahuan, dan spiritual para jemaah agar benar-benar siap saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. “Kami berharap para jemaah memiliki kesiapan yang matang, baik secara mental, ilmu, maupun fisik, sehingga pelaksanaan ibadah hajinya berjalan sempurna dan meraih haji yang mabrur,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, menyambut positif pelaksanaan manasik haji mandiri ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pemahaman calon jemaah haji.

“Manasik haji secara nasional tahun ini hanya dilaksanakan empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kota. Kegiatan mandiri seperti ini sangat membantu agar jemaah lebih siap, baik mental, spiritual, maupun pengetahuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan jadwal, kloter pertama jemaah haji Kalimantan Selatan dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan akan diberangkatkan dari Banjarmasin menuju Madinah pada 22 April 2026 untuk gelombang pertama.

Sementara itu, data terkait usia jemaah termuda dan tertua masih dalam proses pendataan. Adapun jemaah yang mengikuti manasik puncak ini merupakan mereka yang telah menyelesaikan proses pelunasan biaya haji.

(Zyyn)