INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Di tengah kondisi ekonomi yang menghimpit , semangat warga Kota Banjarmasin dalam menjalankan ibadah puasa tak pernah surut. Turut menghadirkan senyum di tengah masyarakat menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kantor Layanan (KL) Lazismu Masjid Istiqamah menyalurkan ratusan paket Kado Ramadan kepada kaum dhuafa di kawasan Kelayan, Banjarmasin.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di Masjid Istiqamah, Jalan Kelayan B, Banjarmasin pada Ahad (15/3/2026). Hadir dalam acara tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 6, Darul Qutni, bersama Ketua KL Lazismu Masjid Istiqamah, Sadriansyah bersama pengurus.

Sadriansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program “Ramadan Berkah Lazismu Memberi”. Tahun ini, pihaknya membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat sekitar yang benar-benar membutuhkan dan masuk ke dalam golongan 8 asnaf.

“Kegiatan hari ini adalah program rutin dari KL Lazismu Istiqamah berupa pembagian sembako Kado Ramadan 1447 Hijriah. Alhamdulillah, kami membagikan 150 paket kepada kaum dhuafa,” ujar Sadriansyah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kesulitan hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari selama bulan puasa. “Kami mengharapkan mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan kesulitan hidup mereka. Kami juga berharap program ini bisa terus terlaksana dengan baik di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCM Banjarmasin 6, Darul Qutni, sangat mengapresiasi konsistensi program tersebut. Namun, ia juga memberikan catatan penting agar peran Lazismu ke depannya bisa semakin luas dan memberikan dampak jangka panjang bagi umat.

“Saya mengharapkan program ini tidak hanya sekadar berbagi sembako, tapi juga harus ada program-program lain. Misalnya, membantu dalam hal pendidikan bagi anak-anak yang tidak sanggup sekolah, atau membantu masyarakat kita yang sakit namun tidak memiliki biaya berobat,” tegas Darul Qutni.

Melalui momentum Ramadan ini, kepedulian sosial tak hanya diharapkan berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan pendidikan demi mengangkat derajat kaum dhuafa.

(Kko)