INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Banjarmasin tengah bersiap melaksanakan tes Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur tahfiz. Program yang telah berjalan memasuki tahun keenam ini diharapkan terus menjadi program unggulan sekolah dalam mencetak generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Ketua Program Tahfiz SMKN 3 Banjarmasin, Drs. H. Ahmad Rizqon, M.Pd.I., menyampaikan bahwa antusiasme pendaftar pada tahun ini cukup tinggi. “Insyaallah untuk SPMB jalur tahfiz di SMKN 3 Banjarmasin, tes gelombang satu akan kita laksanakan pada besok hari, Rabu tanggal 1 April 2026,” ucapnya di sela-sela kegiatan sosialisasi SPMB jalur tahfiz, Selasa (31/3/2026). Ia menyebutkan, pada gelombang pertama ini sudah ada 35 siswa dari tingkat SMP sederajat yang mendaftar dan siap mengikuti seleksi.

Pihak sekolah, lanjutnya, tidak membatasi jumlah pendaftar baik pada gelombang pertama maupun gelombang kedua yang rencananya akan dibuka mulai 8 April hingga awal Juni 2026 mendatang. “Jadi semua peserta yang nanti hasilnya sesuai dengan standar kemampuan saat tes, maka akan kita terima sebagai siswa melalui jalur tahfiz. Mereka akan mengikuti tes terkait dengan hafalannya, ilmu tajwid, bacaan Al-Qur’annya, ditambah dengan tes menulis huruf-huruf Al-Qur’an,” jelas Rizqon.

Ketua Program Tahfiz SMKN 3 Banjarmasin, Drs. H. Ahmad Rizqon, M.Pd.I., saat menyampaikan sambutan dalam sosialisasi SPMB

Lebih jauh, ia menargetkan kuota penerimaan tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Kalau mengacu pada tahun lalu, kita bisa menerima sampai 67 orang. Tahun ini kita berharap kuotanya tidak jauh berbeda,” tuturnya. Rizqon juga menambahkan bahwa program ini sudah berhasil meluluskan tiga angkatan, dan tahun ini merupakan angkatan keempat yang akan meluluskan sekitar 55 siswa.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Banjarmasin, Edi Suhariyono, S.Pd., M.T., M.Si., menyambut baik langkah para orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya melalui jalur khusus ini. “Alhamdulillah, itu sebuah pilihan luar biasa dari orang tua. Kenapa? Karena sekarang sertifikat dan kemampuan tahfiz banyak dijadikan acuan, baik untuk penerimaan jalur perguruan tinggi, masuk kepolisian, dan sebagainya,” ungkap Edi.

Kepala SMKN 3 Banjarmasin, Edi Suhariyono, S.Pd., M.T., M.Si., saat diwawancara

Melihat besarnya potensi tersebut, Edi berharap jalur tahfiz bisa terus menjadi program unggulan di SMKN 3 Banjarmasin ke depannya. Untuk mendukung visi ini, ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk terus berbenah, terutama terkait pelayanan dan fasilitas. “Salah satunya, kita menyadari perlu adanya masjid yang daya tampungnya lebih besar. Saya juga berangan-angan para santri ini selain belajar di masjid, mereka kelak juga bisa belajar di ruang khusus,” terangnya.

Bahkan, Edi menyebut pihak sekolah tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem asrama layaknya pondok pesantren. “Apakah nanti ke depan orang tua menghendaki santri untuk menginap di sekolah, kita akan cari format yang sekiranya anak belajarnya happy dan orang tua juga legowo saat melepas anaknya. Kami tetap akan meminta masukan dari wali-wali santri ke depannya,” papar Edi.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut turun tangan membantu menyukseskan program ini. “Saya sangat berharap dari stakeholder di luar sana, baik dari pihak industri, dunia usaha, maupun pemerintah provinsi bisa membantu kami mewujudkan program tahfiz yang lebih baik lagi di SMKN 3 Banjarmasin,” pungkasnya.

(Zhn)