INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Lebih dari seribu lima ratus kader ‘Aisyiyah se-Kalimantan Selatan memadati Masjid Al Jihad Banjarmasin pada Ahad (29/3/2026). Kehadiran ribuan kaum hawa ini guna mengikuti kegiatan triwulanan bertajuk Gerakan Perempuan Mengaji yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Kalsel. Menariknya, forum yang juga menjadi momentum syawalan dan halalbihalal ini tidak sekadar membahas penguatan iman dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menyoroti isu-isu strategis nasional hingga dinamika politik global.
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, secara khusus memberikan atensi terhadap ketegangan geopolitik dunia. “Dinamika global yang saat ini melibatkan negara-negara seperti Israel, Amerika Serikat, dan Iran sangat berpotensi memicu krisis energi dunia, termasuk kelangkaan dan lonjakan harga gas serta minyak,” ungkap Salmah di hadapan ribuan jamaah. Menurutnya, kondisi dan ancaman krisis tersebut tidak boleh dianggap remeh atau dipandang jauh dari kehidupan nyata masyarakat di daerah.
Salmah mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah sebagai organisasi besar yang menaungi berbagai Amal Usaha baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial pasti akan ikut merasakan dampaknya. “Dampak krisis energi ini berpotensi besar memengaruhi biaya operasional layanan amal usaha kita jika tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, sangat diperlukan kesiapsiagaan organisasi dalam membaca perkembangan global dan menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah antisipatif dan konkret di tingkat daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PW ‘Aisyiyah Kalsel, Yulia Qamariyanti, menjelaskan bahwa Gerakan Perempuan Mengaji ini merupakan perwujudan dari pelaksanaan program lima tahunan yang telah dirumuskan dalam Musyawarah Wilayah. “Selain menguatkan gerakan dakwah berbasis nilai-nilai keagamaan, forum ini menjadi sarana yang sangat strategis untuk memperkuat silaturahmi antar-anggota dari berbagai tingkatan, mulai dari pimpinan wilayah, daerah, cabang, hingga tingkat ranting,” ujar Yulia. Dengan forum seperti ini, lanjutnya, para kader bisa saling bertukar informasi, pengalaman, dan berbagi praktik baik pengelolaan amal usaha di daerah masing-masing agar selalu sejalan dengan arah kebijakan pimpinan pusat.
Kehadiran tokoh nasional sekelas Ketua Umum PP ‘Aisyiyah rupanya menjadi magnet tersendiri bagi para kader di Kalimantan Selatan. Berbekal keikhlasan, mereka rela menempuh perjalanan darat berjam-jam dari kabupaten dan kota asalnya menuju Banjarmasin. Antusiasme yang tinggi salah satunya disuarakan oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Hambuku, Hulu Sungai Utara, Noor Fajeriyati Ningsih. “Kami mendapat banyak sekali pencerahan dan ilmu baru dari kegiatan hari ini. Insyaallah, kami juga sudah bersiap menyambut kegiatan serupa sebagai tuan rumah pada tiga bulan mendatang,” tuturnya antusias.
Hal senada turut diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tanah Laut, Hidayah Mursidah, yang sengaja membawa rombongan sebanyak 34 peserta dari tingkat daerah hingga cabang. Ia mengaku rombongannya mendapatkan banyak inspirasi segar untuk memajukan roda organisasi.
Sementara itu, Ketua PDA Barito Kuala, Sri Wahidah, menilai wawasan global yang diberikan sangat sejalan dengan tanggung jawab utama organisasi, yakni memberikan kekuatan serta memberdayakan kaum perempuan hingga ke pelosok daerah. Harapan serupa juga datang dari perwakilan PDA Tapin yang menginginkan agar kegiatan kolaboratif dari pusat hingga ranting ini terus menjadi pilar penting bagi kemajuan perempuan di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
(Kko)

Tinggalkan Balasan