INFOINAJA.ID, JAKARTA Sebagai wujud implementasi purpose “Advancing Customers and Society”, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) terus mendorong nasabah dan masyarakat untuk mewujudkan aspirasinya, termasuk dalam penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability).

Terbaru, CIMB Niaga bersama 16 bank lainnya berpartisipasi dalam penyaluran fasilitas syndicated sustainability-linked loan (SLL) senilai US$750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk, salah satu produsen nikel terbesar di Tanah Air.

Penyaluran pembiayaan ini menjadi tonggak penting untuk mendukung transformasi industri ekstraktif menuju praktik yang semakin berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat upaya hilirisasi nikel nasional yang merupakan komponen utama baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan sistem penyimpanan energi (battery energy storage system).

Sejalan dengan Visi “Sekarang Untuk Masa Depan”

Head of Corporate, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, menyatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam pembiayaan ini sejalan dengan visi keberlanjutan CIMB Niaga.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui skema pembiayaan hijau, khususnya di sektor pertambangan yang memiliki peran strategis dalam transisi energi global. Fasilitas SLL ini secara khusus mengaitkan kinerja pembiayaan dengan indikator keberlanjutan yang memicu penerapan praktik operasional berwawasan lingkungan.

“Keterlibatan CIMB Niaga dalam fasilitas sustainability-linked loan ini merupakan wujud dukungan kami terhadap keberlanjutan di industri ekstraktif. Kami memahami bagaimana Vale Indonesia telah menerapkan best practice dalam operasionalnya,” ujar Miranty di Jakarta, Selasa (8/6/2026).

Menurut Miranty, komitmen Vale Indonesia tersebut tercermin dalam beberapa langkah konkret operasional mereka, antara lain:

  • Penggunaan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (hydropower).

  • Proses produksi nikel yang menghasilkan jejak emisi rendah.

  • Rencana pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi untuk menurunkan intensitas emisi di masa mendatang.

“Hal ini sejalan dengan komitmen CIMB Group menuju Net Zero Emission pada tahun 2050,” tambahnya.

Strategi Diversifikasi Portofolio Pembiayaan

Lebih lanjut, Miranty menjelaskan bahwa partisipasi dalam kredit sindikasi ini mencerminkan strategi diversifikasi portofolio pembiayaan CIMB Niaga. Fokus utamanya diarahkan pada sektor critical minerals yang saat ini menjadi tulang punggung bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih.

Dengan mendukung Vale Indonesia, CIMB Niaga berharap tidak hanya dapat memperkuat pertumbuhan bisnisnya yang berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

(Kko/Rls)