Cuaca Ekstrem Mengguncang Kecamatan Anjatan, Satu Rumah Rusak Parah
Pada Jumat 24 Oktober 2025 sore hari, wilayah Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, dilanda cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba menerjang kawasan Desa Anjatan Baru, menyebabkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan parah di bagian atap.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Blok Karang Sambung RT 08 RW 01. Angin berputar kuat yang datang bersamaan dengan hujan deras membuat atap rumah milik Bapak Dartim (60) terlepas dan terhempas hingga ke jalan depan rumah. Warga sekitar panik dan berhamburan mencari tempat aman.
Menurut keterangan warga, kejadian berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan menit, atap baja ringan rumah tersebut terangkat oleh pusaran angin. “Awalnya hanya hujan biasa, tapi tiba-tiba anginnya besar sekali. Kami semua kaget karena genting beterbangan,” ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian itu.
Beruntung, saat peristiwa terjadi, pemilik rumah sedang berada di sawah sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp20 juta akibat rusaknya struktur atap dan beberapa perabotan rumah tangga yang terkena runtuhan.
Mendengar kabar tersebut, unsur pemerintah desa dan aparat wilayah langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka segera melakukan pendataan dan membantu warga mengevakuasi material bangunan yang berserakan di sekitar rumah.
Dalam upaya pengamanan, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus sementara aliran listrik di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko korsleting yang bisa menimbulkan kebakaran.
Selain dari pihak desa, sejumlah unsur lain juga terlihat hadir, di antaranya Camat Anjatan Sukanto, Bhabinkamtibmas Aiptu Ato, anggota Satpol-PP Kecamatan Anjatan H. Sarlim, Lurah Anjatan Baru Suradi, serta perangkat desa seperti Kasun II Toni. Mereka bersama-sama meninjau kondisi rumah warga yang rusak dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemberian bantuan dari pemerintah daerah.
“Kami sudah laporkan ke tingkat kecamatan dan kabupaten. Harapannya ada bantuan material agar rumah bisa segera diperbaiki,” ujar Suradi.
Sementara itu, Sekmat Anjatan, Sukanto, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Indramayu. Ia mengingatkan agar warga menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang rapuh saat hujan deras disertai angin.
Menurut Sukanto, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca yang kini semakin tidak menentu. “Kita semua harus siaga. Musim pancaroba sering memunculkan fenomena seperti ini. Kami minta warga selalu memperhatikan keamanan rumah masing-masing,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan trauma bagi warga sekitar. Beberapa di antaranya masih khawatir jika angin kencang kembali datang. Pemerintah desa pun terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan seadanya bagi keluarga terdampak.
Selain berdampak pada rumah Dartim, beberapa warga lain juga mengaku genting rumahnya mengalami kerusakan ringan akibat hempasan angin. Mereka berharap ada upaya lebih lanjut dari pihak terkait untuk membantu perbaikan rumah yang terdampak.
Hingga sore hari, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Anjatan masih diguyur hujan. Meski begitu, aktivitas warga perlahan kembali normal. Beberapa warga terlihat gotong royong membersihkan puing-puing atap yang berserakan di sekitar jalan.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika terjadi bencana serupa. Penanganan cepat menjadi kunci agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.
Peristiwa angin puting beliung ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan