Bencana Alam di Desa Sumbon: Angin Puting Beliung Menghancurkan Kehidupan Warga
Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu mengalami kejadian tak terduga pada Jumat 24 Oktober 2025 sore. Angin puting beliung yang disertai hujan deras meluluhkan sejumlah rumah warga di Blok Talun dalam hitungan menit. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam bagi para korban dan memicu rasa haru di tengah masyarakat.
Cuaca Ekstrem Datang Tiba-Tiba
Peristiwa bencana alam terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Langit yang awalnya mendung tiba-tiba berubah menjadi gelap pekat, disusul oleh suara gemuruh angin yang berputar kencang. Warga yang sedang beraktivitas di luar rumah langsung berlarian mencari tempat aman, sementara sebagian lainnya hanya bisa berdoa agar bencana segera berlalu.
Pemandangan Memilukan Setelah Angin Mereda
Ketika angin mereda, pemandangan memilukan terlihat di sekitar lokasi. Beberapa rumah warga tampak roboh, genting berserakan di jalan, dan dinding rumah retak parah. Tujuh rumah dilaporkan rusak, tiga di antaranya dalam kondisi berat. Meski tidak ada korban jiwa, trauma mendalam dirasakan oleh warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Rumah warga yang mengalami kerusakan berat antara lain milik Ibu Patonah, Bapak Suta, dan Ibu Ninih. Kerusakan ringan juga menimpa rumah Bapak Sarda, Bapak Aim, Bapak Warto, Ibu Kur, dan Bapak Darlam. Sebagian besar rumah mereka kehilangan atap akibat terjangan angin kencang.
Kekuatan Angin yang Membuat Warga Terkejut
Menurut keterangan warga, kekuatan angin begitu besar hingga mampu menerbangkan baja ringan sejauh puluhan meter. “Kami tidak sempat menyelamatkan barang. Tiba-tiba angin datang membawa suara gemuruh, semua beterbangan,” tutur salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Semangat Gotong Royong Warga
Usai kejadian, warga sekitar berbondong-bondong datang membantu. Mereka saling bergotong royong mengevakuasi puing-puing bangunan dan menyingkirkan material yang berserakan di jalan. Meski di tengah guyuran hujan, semangat kebersamaan terlihat jelas di wajah mereka.
Beberapa warga menyediakan makanan dan air minum untuk para korban yang rumahnya rusak. Anak-anak terlihat digendong oleh orang tuanya sambil menatap rumah yang kini tak lagi memiliki atap. Meski sederhana, dukungan dari tetangga memberikan kekuatan bagi mereka untuk tetap tegar.
Bantuan dari Pihak Pemerintah
Sementara itu, pihak pemerintah desa bersama aparat wilayah turun ke lapangan melakukan pendataan dan membantu proses pembersihan. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan adanya bantuan perbaikan bagi rumah yang terdampak parah.
Lurah Desa Sumbon menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke tingkat kecamatan dan kabupaten. “Kami berharap ada bantuan segera, terutama untuk warga yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi. Saat ini sebagian korban menumpang di rumah keluarga,” ujarnya.
Danramil Gabuswetan juga turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Indramayu.
“Cuaca sekarang tidak menentu. Kami minta warga untuk segera berlindung jika hujan disertai angin mulai datang,” katanya.
Perlahan Kembali Tenang
Hingga malam hari, cuaca di Kecamatan Kroya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang. Warga yang terdampak masih bertahan di rumah kerabat terdekat sambil menunggu penyaluran bantuan dari pemerintah daerah.
Suasana di lokasi kejadian kini mulai berangsur tenang, namun rasa cemas masih menyelimuti warga. Beberapa di antara mereka terlihat duduk di depan sisa reruntuhan rumah, menatap langit malam yang kembali mendung, berharap bencana seperti ini tak terulang lagi.
Keteguhan Hati Warga Sumbon
Meskipun diterpa musibah, semangat gotong royong warga Desa Sumbon patut diapresiasi. Mereka saling menguatkan satu sama lain tanpa memandang perbedaan. Bagi mereka, kebersamaan adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan.
“Rumah kami boleh rusak, tapi kami masih punya tetangga yang peduli. Itu yang membuat kami kuat,” ucap salah seorang korban dengan senyum tipis, menggambarkan keteguhan hati masyarakat Sumbon dalam menghadapi ujian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah cuaca ekstrem dan bencana alam, nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat pedesaan. Semangat kebersamaan warga Sumbon menjadi cahaya harapan di tengah langit Indramayu yang kelabu.

Tinggalkan Balasan