TASIKMALAYA, infoinaja.id
– Tiga pekerja di Stasiun Pengisian Pupuk Gas (SPPG) wilayah Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan akibat asap mesin genset saat sedang memasak pada Selasa (21/10/2025).
Satu dari tiga korban telah diperbolehkan pulang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Taraju. Kedua korban tersebut mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sesak napas hingga Kamis (23/10/2025).
Kepala Polsek Taraju, Inspektur Satu Ali Mustofa menjelaskan, insiden ini terjadi saat para pekerja sedang memasak dalam kondisi listrik mati. Mesin genset yang digunakan sebagai sumber listrik cadangan dinyalakan di dalam ruangan dapur, yang menyebabkan kepulan asap.
“Iya, itu kejadiannya diduga karena kepulan asap dari mesin genset yang dinyalakan di dalam ruangan dapur saat mati listrik. Para korban semuanya remaja perempuan yang sibuk masak dan tak sadar terus menghirup asap genset sampai diduga keracunan,” jelas Ali kepada wartawan melalui telepon, Kamis siang.
Korban Mual hingga Sesak Napas
Ali menambahkan, ketiga korban mengalami gejala keracunan yang meliputi mual, pusing, muntah, dan sesak napas. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Taraju, dan dua di antaranya masih menunggu pemeriksaan dokter.
“Jadi para pegawai SPPG itu dibagi shift. Nah, para korban ini kebagian shift pagi. Iya, jumlahnya tiga orang,” ungkapnya.
Ali juga memeriksa lokasi kejadian dan menemukan bahwa mesin genset yang menimbulkan asap diletakkan di dalam ruangan. Menurutnya, sesuai prosedur tetap (protap) SPPG, mesin genset seharusnya diletakkan di luar ruangan, jauh dari dapur.
“Seharusnya genset di luar ruangan, tapi malah disimpan di dalam,” ungkapnya.
Meski demikian, Ali menegaskan, kejadian ini tidak menghambat suplai MBG kepada penerima manfaat, karena langsung digantikan oleh pekerja SPPG shift berikutnya.
Penanganan Kejadian Terus Dipantau
Kepolisian terus memantau kondisi korban yang masih dirawat, dan penanganan kejadian ini juga diawasi oleh Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya.
“Korban kondisinya mulai membaik dan masih butuh hasil pemeriksaan dokter pada hari ini,” pungkasnya.
Penyebab Keracunan
Insiden ini terjadi karena penggunaan mesin genset yang tidak sesuai dengan protokol keselamatan. Mesin genset yang biasanya ditempatkan di luar ruangan justru dinyalakan di dalam dapur, sehingga menghasilkan asap yang mengganggu kualitas udara. Hal ini memicu gejala keracunan pada para pekerja yang sedang memasak.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada kejadian ini adalah:
Tidak adanya pengawasan ketat terhadap penggunaan mesin genset di area dalam ruangan.
Kurangnya kesadaran akan risiko penggunaan mesin genset di tempat yang tidak direkomendasikan.
* Keterbatasan alat pelindung diri (APD) untuk para pekerja saat bekerja di lingkungan yang berpotensi berbahaya.
Langkah Pencegahan yang Diperlukan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat, seperti:
Pelatihan berkala tentang penggunaan mesin genset secara aman.
Penempatan mesin genset di area yang sudah ditentukan dan jauh dari area kerja.
* Pemantauan rutin oleh pihak pengelola SPPG terhadap kepatuhan terhadap protokol keselamatan.
Kondisi Korban Saat Ini
Dari tiga korban yang terkena dampak kejadian ini, satu di antaranya telah pulang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Sementara dua korban lainnya masih menjalani observasi di Puskesmas Taraju. Dokter sedang melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi mereka stabil dan tidak ada komplikasi yang lebih serius.
Pihak SPPG juga sedang mengevaluasi prosedur kerja dan kebijakan keselamatan di tempat kerja. Tujuannya adalah untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Selain itu, pihak pengelola juga akan memberikan pelatihan tambahan kepada seluruh karyawan terkait penggunaan alat dan peralatan yang berpotensi membahayakan.
Peran Petugas dan Pihak Berwenang
Kepolisian dan Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya terus memantau situasi ini. Mereka juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Seluruh pihak terkait sepakat bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Dengan peningkatan kesadaran dan penerapan protokol yang tepat, risiko bahaya dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan