Banjarmasin, Infoinaja.id –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin menggelar Tasyakuran dan Tasmiyah Bersama dalam rangka Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Hotel Nasa Banjarmasin, Kamis (30/10/2025).

Acara berlangsung penuh khidmat dan hangat, dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Ketua Baznas Provinsi Kalsel H. Irhamsyah Safari, serta unsur Forkopimda.

Yang membuat acara ini semakin istimewa, KH. Muhammad Qomaruddin atau yang akrab disapa Guru Busu, ulama karismatik Kota Banjarmasin, hadir langsung untuk memberikan nama dan mentasmiyahi para bayi peserta kegiatan.

Wakil Ketua II Baznas Kota Banjarmasin Nortajidi menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 95 bayi dari keluarga kurang mampu yang menerima manfaat program pendampingan ibu hamil Baznas.

“Program ini sudah berjalan selama tujuh tahun. Kami bekerja sama dengan Kemenag, BKKBN, serta beriringan dengan program Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat dalam menekan angka stunting,” ujarnya.

Melalui program Genting, ibu hamil penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi dua kali sebulan, serta penyuluhan keagamaan dan kesehatan dua kali setiap enam bulan. Mereka juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari tim medis Baznas.

“Tujuan utama kami adalah memastikan ibu dan bayi dalam kondisi sehat sejak masa kehamilan hingga pasca melahirkan. Kami berharap program Genting ini terus berkembang, karena masalah stunting menyangkut masa depan generasi kita,” tambah Nortajidi.

Salah satu penerima manfaat, Putri Wardani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Sejak hamil tiga bulan sampai melahirkan, ulun selalu didampingi oleh Baznas. Kami mendapat paket makanan bergizi, buah-buahan, ikut pengajian dua kali sebulan, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Bahkan setelah melahirkan pun, kami masih mendapat bantuan saat tasyakuran dan tasmiyah. Terima kasih Baznas Banjarmasin, semoga semakin maju,” ujarnya penuh haru.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Hj. Ananda mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mencegah stunting.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi. Mari gunakan handphone dengan bijak — bukan hanya untuk hiburan, tapi juga untuk mencari informasi bermanfaat tentang gizi dan tumbuh kembang anak,” pesannya.

Beliau juga menegaskan pentingnya masa golden period (0–7 tahun) sebagai fase emas perkembangan otak anak.

“Jaga baik-baik asupan makanan anak-anak kita. Pada usia 0–7 tahun, otak mereka berkembang pesat — masa ini akan menentukan masa depan mereka,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Baznas Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek spiritual, sosial, dan kesehatan, menciptakan sinergi menuju generasi Banjarmasin yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

(Kko)