Banjarmasin, infoinaja.id – Berada di panti asuhan bukan berarti anak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan kemandirian. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan hadir untuk memastikan hal itu melalui program pendampingan intensif bagi anak asuh di seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kalsel.

Upaya ini diwujudkan lewat Workshop Penguatan Kemandirian Anak Asuh, yang digelar di Aula LKSA Yatim Putra Muhammadiyah Banjarmasin, Ahad (2/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Azizah Firiah, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Buyung Amrullah, Direktur Linkub Indonesia — sebuah komunitas sosial yang berfokus pada pengembangan intelektual, kepedulian, serta keseimbangan antara manusia dan alam.

Ketua MPKS PWM Kalsel, Bahrudin AR, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Linkub Indonesia telah menandatangani kerja sama selama enam bulan ke depan, mulai Januari hingga Juli 2026. Kerja sama ini bertujuan untuk memantau dan membimbing anak asuh dalam aspek pembelajaran, aktivitas keseharian, serta membangun motivasi dan rasa percaya diri mereka.

MoU MPKS PWM Kalsel dengan Linkub Indonesia

“Harapan kami, anak-anak ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, memiliki wawasan luas, dan termotivasi untuk meraih cita-citanya tanpa rasa minder,” ujar Bahrudin.

Sementara itu, Buyung Amrullah menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada program pengembangan kapasitas sumber daya manusia, terutama bagi remaja di bawah usia 20 tahun. Menurutnya, anak-anak LKSA Muhammadiyah sebagian besar berada pada usia remaja, sehingga perlu pendekatan yang membangun lingkungan belajar yang produktif dan memberdayakan.

“Kami akan melakukan pendampingan pekan demi pekan melalui simulasi dan permainan edukatif untuk mengasah kemampuan melaluicritical thinking, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi. Ini penting, karena kemampuan tersebut masih menjadi titik lemah generasi saat ini,” terang Buyung.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua PWM Kalsel, Adriani Yulizar, yang menilai langkah MPKS sangat tepat dalam membentengi anak asuh dari pengaruh negatif lingkungan luar.

“Di luar sana banyak remaja dengan perilaku yang mengkhawatirkan. MPKS hadir untuk memastikan anak asuh kita tumbuh dengan karakter kuat. Semoga para pengasuh bisa melihat potensi unik tiap anak dan terus mengembangkannya agar mereka mampu mewujudkan cita-citanya,” ungkap Adrian

Di kesempatan ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut menyalurkan zakat senilai 10 juta rupiah dan membukakan rekening haji bagi anak asuh di LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kalimantan Selatan.

(Kko)