Banjarmasin, Infoinaja.id — Kegembiraan tampak di wajah anak-anak SD Alam Aisyiyah Banua Anyar, Jumat (7/11/2025) sore.
Dengan penuh semangat, mereka memetik terong, yang tumbuh subur di halaman sekolah. Itulah hasil nyata dari Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA) yang digalakkan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Banjarmasin sejak dua bulan lalu.
Selain terong, disini juga terdapat Cabai Hijau dan Daun bawang, yang dipanen langsung oleh ibu-ibu Aisyiyah Cabang Banjarmasin 8, Ranting Banua Anyar.
Rupanya kegiatan ini tak sekadar panen sayur, melainkan menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan. Kepala SD Alam Aisyiyah Banua Anyar, Khansa Azkia, menjelaskan bahwa anak-anak dilibatkan sejak awal, mulai dari menanam, menyiram, hingga membersihkan rumput liar di polybag.
“Jadi anak-anak belajar bukan cuma dari gambar atau teori. Mereka melihat langsung proses tumbuhnya tanaman sampai akhirnya panen. Bahkan, hasil panen ini nanti juga akan dimasak bersama sebagai bagian dari pembelajaran,” tutur Khansa.
Konsep sekolah alam, lanjutnya, memang menekankan empat pilar pembelajaran, salah satunya pilar logika yang menumbuhkan pemahaman melalui pengalaman langsung.
Sementara itu, Ketua MEK PDA Kota Banjarmasin Hj. Maserah menuturkan, program GLHA ini dirancang tidak hanya untuk pemberdayaan ibu-ibu Aisyiyah, tetapi juga disinergikan dengan dunia pendidikan.

“Kami ingin menanamkan nilai kemandirian sejak dini. Hasil panen ini nanti bisa dijual ke pelaku kuliner sekitar Banua Anyar, atau dibeli oleh ibu-ibu sekolah lansia di sini. Jadi selain edukatif, juga membantu menambah pemasukan sekolah,” ungkapnya.
Selain disekolah, kami juga memanfaatkan pekarangan Panti Asuhan untuk menanam aneka tanaman Holtikultura, tambah Maserah.
Keberhasilan sekolah ini mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Banjarmasin 8, Hj. Ida Rahmatiah, yang menyebut ranting Banua Anyar bisa menjadi contoh bagi ranting lainnya.
“Sudah ada empat ranting yang menjalankan program ini. Harapannya seluruh ranting bisa memanfaatkan pekarangannya untuk bercocok tanam,” ujarnya.

Pendamping program, Budi Ikhsan, juga berharap gerakan ini terus berkembang di lingkungan Aisyiyah dan Muhammadiyah di Banjarmasin.
“Tanamannya sederhana terong, cabai, dan daun bawang tapi manfaatnya besar. Selain hemat dan sehat untuk konsumsi rumah tangga, juga bernilai ekonomi. Bahkan bisa dikembangkan ke budidaya ikan dalam ember,” jelasnya.
Nanti kita coba kemabngkan budidamber ikan lele, karena perawatannya cukup mudah dan bernilai ekonomi, terang Budi.
Kini, dari lahan kecil di halaman sekolah, tumbuh semangat besar tentang kemandirian dan kecintaan terhadap alam. Dari tangan-tangan kecil itulah, Aisyiyah menanam harapan, bahwa pendidikan bisa berakar dari bumi, tumbuh menjadi pelajaran hidup yang nyata.
(Kko)

Tinggalkan Balasan