INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Banjarmasin terus membekali para anggotanya dengan edukasi kesehatan, khususnya dalam upaya menjaga kesehatan jantung dan menekan risiko penyakit kardiovaskular.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, pada Sabtu (13/12/2025). PWRI Kota Banjarmasin menghadirkan dr. Intan Yustika Sari, dokter spesialis jantung, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, dr. Intan menyampaikan bahwa angka penyakit jantung di Kalimantan Selatan masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 891 kasus kematian akibat penyakit jantung, sementara di Kota Banjarmasin mencapai 357 kasus.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pencegahan penyakit jantung harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Untuk itu, dr. Intan memberikan sejumlah tips sederhana dalam menjaga kesehatan jantung, tidak hanya bagi para pensiunan, tetapi juga masyarakat secara umum. Di antaranya dengan menghindari rokok, menjaga aktivitas fisik secara teratur, serta melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga pola makan dan menerapkan diet seimbang. Khusus bagi laki-laki, lingkar perut ideal dianjurkan tidak lebih dari 90 sentimeter, sementara bagi perempuan tidak lebih dari 80 sentimeter.
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Banjarmasin, Hesly Junianto, berharap kegiatan edukasi kesehatan ini dapat meningkatkan kesadaran para anggota untuk menjalani pola hidup sehat. Ia menilai, kegiatan tersebut juga mendorong banyak anggota PWRI untuk lebih proaktif memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Banyak anggota yang terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan rekam jantung,” katanya.
Melalui kegiatan ini, PWRI Kota Banjarmasin berharap seluruh anggotanya dapat terus sehat, bahagia, dan sejahtera, sejalan dengan tagline organisasi.
Selain edukasi kesehatan, PWRI Kota Banjarmasin juga menjalankan berbagai program kerja lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, serta produktivitas para lanjut usia.
(Kko)

Tinggalkan Balasan