INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam penanganan banjir, khususnya di kawasan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, ke wilayah terdampak banjir yang berada di kawasan perbatasan dan tergolong terpencil, Jumat (9/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara. Kehadiran jajaran pemerintah ini menjadi wujud perhatian kepada sekitar 160 kepala keluarga yang terdampak banjir di kawasan Sungai Gampa.
Selain meninjau kondisi sungai dan permukiman warga, rombongan juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sebagai respons cepat terhadap musibah banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah hingga ke wilayah pinggiran kota.
“Bantuan ini memang tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Bantuan ini juga dari Bank Kalsel, semoga bisa memberi manfaat bagi warga,” ujar Wali Kota Yamin.
Berdasarkan hasil pemetaan geospasial, Wali Kota mengungkapkan adanya sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur Sungai Gampa yang berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir berulang di kawasan tersebut.“Dari peta geospasial terlihat ada beberapa titik menuju Sungai Alalak yang mengalami penyempitan dan kemungkinan pendangkalan. Ke depan, ini akan menjadi prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi sungai,” jelasnya.
Normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung dengan Sungai Alalak diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air, memperlancar aliran sungai, serta mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak pada permukiman warga dan fasilitas umum, termasuk sekolah.
Dalam dialog bersama warga dan pihak sekolah, muncul aspirasi terkait bangunan sekolah dasar yang kerap tergenang air. Meski ada usulan peninggian bangunan, Wali Kota menegaskan bahwa penyelesaian banjir harus dilakukan secara menyeluruh.
“Kalau hanya bangunannya yang ditinggikan, sementara sungainya tidak dibenahi, maka masalah banjir tidak akan selesai. Harapan kita, dengan pembukaan dan pendalaman sungai, ke depan sekolah-sekolah tidak lagi tergenang,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keberadaan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air, karena dapat memperparah genangan dan banjir.
Menurutnya, penanganan Sungai Gampa membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat, termasuk kabupaten/kota lain yang aliran sungainya terhubung dengan Kota Banjarmasin.
“Normalisasi sungai membutuhkan biaya besar. Ini harus menjadi kerja bersama. Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air yang baik saat debit air tinggi,” pungkasnya.
Usai meninjau Sungai Gampa, Wali Kota Banjarmasin melanjutkan agenda ke Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah. Di lokasi tersebut, banjir berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga, dengan genangan air yang masih mengganggu aktivitas warga. Pemerintah Kota memastikan pemantauan terus dilakukan serta penanganan darurat dan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
(Kko)

Tinggalkan Balasan