INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Rumah Tahfizh Qur’an (RTQ) Da’watul Khair mengukuhkan sebanyak 12 orang santri sebagai tahfizh Al-Qur’an dengan capaian hafalan yang beragam. Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan digelar di kawasan Haryono MT, Banjarmasin, Kamis (15/1/2026).
Sebanyak 12 santri yang dikukuhkan memiliki capaian hafalan yang beragam, mulai dari juz 28, juz 29, juz 30, juz 1, hingga hafal 4 juz. Para santri tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Alhamdulillah semangat anak-anak untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an terpancar dari para santri kita, proses panjang mulai dari belajar iqra, khatam Al-Qur’an, hingga menjadi penghafal Al-Qur’an mereka tempuh di lembaga pendidikan Al-Qur’an Da’watul Khair”, ucap Kepala RTQ Norliyana.
Norliyana, mengapresiasi semangat para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, komitmen para santri patut menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
“Semangat anak-anak luar biasa. Bahkan ada yang datang menyetorkan hafalan masih memakai seragam sekolah,” ujar Norliyana.
Ia berharap, para santri yang telah dikukuhkan dapat menjadi kebanggaan orang tua, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
“Mudah-mudahan mereka bisa menjadi penerang dalam keluarga, sukses ke depannya, dan menjadi kebanggaan orang tua serta para guru,” ucapnya.
Norliyana juga mengatakan, pengukuhan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lain yang saat ini masih berada di tingkat iqra maupun Al-Qur’an agar kelak bisa mengikuti jejak menjadi seorang hafizh Al-Qur’an.

“Ini bisa menjadi penyemangat bagi adik-adik santri yang masih belajar iqra dan Al-Qur’an agar terus berproses hingga menjadi hafizh,” katanya.
Selain pengukuhan santri tahfizh, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara diawali dengan pembacaan syair Maulid Habsyi oleh santri TK dan TPA Unit 002 Da’watul Khair, kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama.
Dalam tausyiahnya, penceramah menyampaikan hikmah Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa luar biasa yang terjadi di sepertiga malam itu disebut sebagai penguat keimanan umat Islam.
Menurut penceramah, perjalanan Isra Mi’raj tidak dapat dipahami dengan logika semata, sehingga umat Islam diingatkan untuk terus menambah iman melalui kehadiran di majelis-majelis ilmu.
(Zyyn)

Tinggalkan Balasan