INFOINAJA.ID, BANJAR – Minimnya bantuan yang diterima warga terdampak banjir menggugah kepedulian berbagai pihak. Sebanyak 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Solidaritas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kalimantan Selatan menyalurkan 750 paket bantuan bagi warga Desa Pembatanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Minggu (18/11/2026).

Penyaluran bantuan dimulai dari Dermaga Sungai Pinang. Lumpuhnya akses darat akibat genangan banjir memaksa para relawan menempuh jalur sungai menggunakan perahu kecil (kelotok) demi menjangkau permukiman warga yang masih terisolasi.

Sebanyak 750 paket bantuan yang disalurkan terdiri dari sembako, selimut, nasi kotak, snack untuk anak-anak, serta obat-obatan. Bantuan tersebut didistribusikan kepada warga di tujuh rukun tetangga (RT) yang terdampak paling parah.

Bantuan dibawa menggunakan kelotok kecil karena akses darat yang lumpuh total

Sesampainya di lokasi, tim relawan langsung dibagi ke masing-masing RT. Mereka mendatangi rumah warga satu per satu, menembus genangan air dengan ketinggian yang bervariasi, demi memastikan bantuan diterima secara merata dan tepat sasaran.

Perwakilan Dapur MBG Kalimantan Selatan, H. Aftahudin, mengatakan Desa Pembatanan dipilih karena dinilai masih minim mendapatkan perhatian dan bantuan, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Bantuan ini kami fokuskan ke wilayah yang selama ini jarang tersentuh. Dari pengamatan kami, masih banyak kampung yang belum sepenuhnya terjangkau bantuan, sehingga kami berupaya hadir langsung ke lokasi-lokasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dapur MBG lainnya, Muhammad Akbar Utomo Setiawan, yang terjun langsung ke RT 06, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat solidaritas dapur MBG se-Kalsel terhadap warga yang tengah dilanda musibah.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi pemantik bagi pihak lain untuk turut membantu. Saat ini warga tidak bisa mencari nafkah karena sawah dan kebun mereka terendam banjir lebih dari satu bulan,” ucap Akbar.

Keceriaan anak-anak saat mendapatkan snack

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang dialami warga Pembatanan.

“Semoga banjir segera surut dan aktivitas warga bisa kembali normal,” tambahnya.

Di RT 06, selain penyaluran bantuan, tim juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang terdampak.

Dr. Inas Tsurayya Fauziah Lahdimawan, S.p.OG, yang tergabung dalam tim medis, menyampaikan bahwa keluhan warga didominasi penyakit gatal-gatal akibat banjir. Selain itu, tim juga menangani kasus tekanan darah tinggi, serta demam dan batuk pilek yang banyak dialami anak-anak.

Antusias warga memeriksakan kesehatannya

“Kami juga menemukan beberapa ibu hamil yang kesulitan mengakses puskesmas terdekat karena jalur menuju fasilitas kesehatan masih terendam banjir,” ungkap dr. Inas.

Salah satu warga penerima bantuan, Jainudin, mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Solidaritas MBG se-Kalsel.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami tidak bisa berkebun karena semuanya terendam, sementara bantuan sebelumnya sangat minim. Semoga semua yang membantu dibalas Allah SWT dengan kebaikan dan keberkahan,” ucapnya lirih.

 (Zyyn)