INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Tensi tinggi dan drama adu penalti mewarnai laga puncak Turnamen Futsal Dewan Masjid Cup 2026. Skuad Remaja Masjid Arafah akhirnya sukses keluar sebagai kampiun usai menumbangkan perlawanan sengit tim Masjid Mujahidin di GOR Borneo Indoor Futsal HKSN, Banjarmasin, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Turnamen antarremaja masjid se-Kalimantan Selatan yang digagas oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalsel bekerja sama dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalsel ini benar-benar menyajikan tontonan menarik di partai final.

Sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan tempo cepat. Aksi saling serang dan jual beli gol tak terelakkan. Lini pertahanan kedua tim terus digempur hingga babak pertama harus ditutup dengan skor imbang yang cukup mencolok, 3-3.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin memanas. Skuad Masjid Mujahidin sempat di atas angin setelah berhasil unggul 6-4.

Namun, mental juara para pemain Masjid Arafah berbicara. Berbekal ketenangan dan determinasi tinggi, mereka sukses mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan menjadi 6-6 hingga peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal dibunyikan. Laga pun harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Di babak tos-tosan yang menegangkan ini, dua eksekutor Remaja Masjid Arafah sukses menuntaskan tugasnya dengan dingin. Sebaliknya, kubu Masjid Mujahidin hanya mampu menyarangkan satu gol. Hasil ini mengunci kemenangan Masjid Arafah dengan agregat akhir 8-7, sekaligus membawa pulang trofi juara pertama.

Ketua DMI Kalsel, Haji Anwar Hadimi, memberikan apresiasi tinggi atas sportivitas yang ditunjukkan para pemain. Menurutnya, DMI Cup bukan sekadar memburu gelar juara.

“Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana yang luar biasa untuk mempererat silaturahmi antarremaja masjid se-Kalimantan Selatan,” ungkap H. Anwar Hadimi.

Ia menambahkan, turnamen ini adalah panggung apresiasi bagi remaja masjid yang membuktikan bahwa mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki daya saing dan semangat tinggi di bidang olahraga. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya membuat kompetisi edisi kedua ini berjalan jauh lebih kompetitif dan berkualitas.

Melihat antusiasme dan kualitas para pemain yang berlaga, DMI Kalsel bahkan memiliki ambisi besar ke depannya. “Rencananya, kita akan mengusulkan agar turnamen futsal dengan konsep serupa bisa dihelat di tingkat nasional,” tegasnya.

Sebagai informasi, selain menempatkan Masjid Arafah dan Masjid Mujahidin di posisi pertama dan kedua, turnamen ini juga menobatkan tim Remaja Masjid Al Mansurin sebagai juara ketiga, disusul Remaja Masjid Assajadah di peringkat keempat. Masing-masing tim pemenang berhak membawa pulang trofi kebanggaan serta uang pembinaan.

(Zhn)