INFOINAJA.ID, BANJARMASIN — Memasuki musim haji, semarak dan kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh para jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Ratusan anak usia dini di Kota Banjarmasin pun turut merasakan antusiasme serupa melalui kegiatan manasik haji cilik.
Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kota Banjarmasin kembali menggelar simulasi manasik haji bagi murid TK Aisyiyah se-Kota Banjarmasin. Kegiatan yang berlangsung semarak ini dipusatkan di Upik Indoor Futsal, kawasan Banua Anyar, pada Rabu (22/4/2026).
Tercatat, kegiatan ini diikuti oleh 802 peserta yang tergabung dalam 31 regu dari 27 lembaga PAUD. Agar pelaksanaan berjalan tertib dan kondusif, panitia membagi peserta ke dalam beberapa kloter sehingga tidak terjadi penumpukan saat rangkaian prosesi berlangsung.
Layaknya ibadah haji sungguhan, anak-anak diajak mengikuti serangkaian rukun dan wajib haji. Prosesi dimulai dari tawaf mengelilingi replika Ka’bah sebanyak tujuh putaran, salat dua rakaat di depan makam Nabi Ibrahim, hingga sunnah meminum air zam-zam.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sa’i atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa ke Marwah, melontar jumrah di Jamaratul Ula, Wustha, dan Aqabah, serta diakhiri dengan tahalul atau memotong rambut. Seluruh prosesi edukasi ini dibimbing langsung oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ustadz Khairul Anam.
Ketua Pelaksana Manasik, Rakhmaniah, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja digagas untuk memperkenalkan, mengajari, serta mengedukasi anak-anak mengenai tata cara pelaksanaan rukun Islam yang kelima.
“Tujuannya ini manfaatnya sangat banyak. Pertama, meningkatkan keimanan serta nilai agama dan moral pada anak. Sehingga insya Allah dengan kegiatan ini ilmu agama anak bertambah dan meningkatkan kualitas keimanannya kepada Allah SWT,” ujarnya.
Rakhmaniah juga berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal positif bagi masa depan anak-anak. “Biar mereka kelak meraih kesuksesan, dan ini menjadi kenangan terindah buat mereka tentang bagaimana indahnya berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama mereka bersekolah di PAUD,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Banjarmasin, Sumiatun, berharap metode pembelajaran praktik sejak usia dini ini bisa lebih melekat kuat dalam ingatan anak-anak dibandingkan sekadar teori.
“Termasuk dalam hal pembinaan karakter seperti ini. Jadi anak menempatkan dirinya sendiri, melakukan sendiri. Di TK Aisyiyah, pendidikan melalui praktik langsung memang sangat diutamakan,” jelas Sumiatun.
Dukungan positif juga datang dari para orang tua murid. Wina Haryanti, salah satu orang tua siswa dari TK ABA 31, mengaku sangat bersyukur anak-anak mereka diberi kesempatan merasakan pengalaman ibadah haji kecil-kecilan.
Menurut Wina, kegiatan ini menjadi metode pembelajaran yang sangat efektif untuk masa depan anak. “Anak-anak tampak sangat bahagia karena mereka bisa mempraktikkan, melihat, dan mendengar secara langsung prosesinya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan tidak hanya pemahaman keagamaan anak yang meningkat, tetapi juga kemandirian dan moral anak dapat terbentuk sejak dini sebagai fondasi di masa depan.
(Zhn)

Tinggalkan Balasan