INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Upaya pelestarian budaya daerah terus dilakukan melalui dunia pendidikan. Sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membuka wadah kreativitas bagi generasi muda.
Hal tersebut dilakukan SMP Negeri 9 Banjarmasin melalui kegiatan pentas seni bertema “Ulun Banjar, Ulun Bakarya, SMP Negeri 9 Babudaya” yang digelar pada Jumat (30/012026).
Pentas seni tersebut menampilkan beragam pertunjukan khas daerah, mulai dari tarian dan nyanyian Banjar hingga tradisi Bapukung, yakni tradisi mengayun anak yang diiringi lantunan salawat untuk menidurkan anak, yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar.
Menariknya, pihak sekolah sengaja mengusung konsep lesehan dalam kegiatan ini. Konsep tersebut dipilih untuk merepresentasikan nilai-nilai budaya Banjar yang identik dengan kesederhanaan, keagungan, serta kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 9 Banjarmasin, Aminsyah, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik melalui pengenalan budaya Banjar yang sarat dengan kekuatan moral dan kearifan lokal.
Menurut Aminsyah, pembiasaan bahasa dan budaya Banjar di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa, mulai dari nilai kekerabatan, hubungan antarteman, hingga kedekatan antara guru dan murid.

“Karakteristiknya sederhana, seperti kekerabatan dalam hubungan dengan sesama teman dan dengan para guru. Misalnya kalimat-kalimat sederhana saat anak dipanggil, ‘Bagaimana kabar Pian sekarang, Nak?’ Lalu mereka menjawab, ‘Ulun, Alhamdulillah baik.’ Bahasa-bahasa seperti ini sangat penting untuk dibudayakan di SMP Negeri 9, sehingga nantinya melahirkan moralitas yang kuat bagi kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyampaikan dukungan penuh terhadap program kesiswaan yang mengedepankan seni dan budaya daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mendalam yang mampu mengasah kreativitas peserta didik. Selain itu, program ini juga sejalan dengan prioritas Wali Kota Banjarmasin dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, serta mengenal seni budaya daerahnya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 atau lima abad yang akan diperingati pada September mendatang, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga merencanakan penyelenggaraan Festival Budaya Pelajar di kawasan Mulawarman.
Festival tersebut akan diikuti ribuan murid dari seluruh jenjang pendidikan dan berbagai sekolah. Masing-masing peserta akan menampilkan pertunjukan seni serta membuka stan budaya, sehingga menghadirkan nuansa budaya Banjar yang kental di tengah masyarakat.
(Zhn)

Tinggalkan Balasan