Banjarmasin, Infoinaja.id – Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) se Kalimantan Selatan, Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun arah dan target pengembangan ke depan.

Direktur UT Banjarmasin, Mochamad Priono, menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan memperkuat sinergi antar SALUT yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

“Tujuan utama kita adalah konsolidasi dan melakukan evaluasi satu tahun terakhir, sekaligus menyampaikan mimpi dan program-program ke depan. Kami juga menetapkan target-target yang harus dicapai masing-masing SALUT,” ujar Priono.

Ia mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan peran besar SALUT dalam pertumbuhan mahasiswa UT Banjarmasin. Dari total sekitar 12.300 mahasiswa, sekitar 58 persen atau 7.000 mahasiswa direkrut melalui SALUT di daerah.

“Namun tantangan ke depan cukup besar. Kami menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi 15.500, artinya harus menambah sekitar 2.000 mahasiswa baru, termasuk mengajak kembali mahasiswa lama yang belum melakukan registrasi,” jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem terbuka dan jarak jauh, UT berkomitmen untuk terus menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Priono berharap SALUT mampu menjadi ujung tombak layanan pendidikan tinggi di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kampus konvensional.

Rakor ini juga dihadiri oleh Astri Dwi Jayanti Suhadok, Staf Ahli Bidang Layanan UT di Daerah sekaligus perwakilan dari Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan. Ia memaparkan roadmap pengembangan SALUT 2025–2029 yang mencakup lima fokus utama.

“Pada 2025, kami berupaya agar setiap SALUT memiliki standar operasional yang seragam dan menjadi pusat kegiatan mahasiswa. Tahun 2026, kami akan memperluas jangkauan SALUT ke komunitas lokal dan daerah 3T sesuai tagline UT: Menjangkau yang Tak Terjangkau,” ungkap Astri.

Lebih lanjut, Astri menjelaskan bahwa pada 2027, UT akan memperkuat transformasi digital di lingkungan SALUT.

“Kami ingin setiap SALUT memiliki website sebagai pusat informasi mahasiswa dan calon mahasiswa, lengkap dengan virtual assistant untuk layanan online. Beberapa SALUT sudah aktif di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook,” tambahnya.

Tahun 2028, struktur organisasi SALUT akan diselaraskan dengan UT Daerah, dan pada tahap akhir UT akan berekspansi ke luar negeri, seperti Arfika Utara dan Eropa Barat, mengingat saat ini Salut UT sudah hadir di Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Turki.

Melalui Rakor ini, Astrtid berharap terbangun kesamaan visi dan semangat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa batas geografis.

(Kko)