INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan terus memperkuat literasi media di kalangan generasi muda. Melalui program Literasi Media Goes to Public, KPID Kalsel hadir di SMAN 2 Banjarmasin, Jumat (21/11/2025), untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya memilih tayangan yang sehat, berkualitas, dan aman dikonsumsi.
Ketua KPID Kalsel Muhammad Leoni Hermawan, bersama dua komisioner Agus Suprapto (Koordinator Pengawasan Isi Siaran) dan Nanik Hayati (Koordinator Bidang Kelembagaan), memberikan wawasan kepada puluhan siswa terkait cara mengenali konten siaran, memahami regulasi penyiaran, serta tanggung jawab masyarakat dalam menjaga ruang informasi.
Leoni menegaskan bahwa kegiatan literasi seperti ini menjadi komitmen KPID dalam menjaga kualitas penyiaran.
“Ini lanjutan dari program literasi media goes to public. Kami ingin masyarakat, khususnya pelajar, mampu memahami konten sehat, narasi positif, serta bijak dalam bermedia sosial. Mereka harus selektif memilih dan membagikan konten, sekaligus mengetahui tayangan yang layak ditonton,” ujar Leoni.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terlibat aktif sebagai pengawas partisipatif.
“Mereka calon penerus bangsa. Kami berharap mereka bisa menjadi duta literasi, ikut mengawasi tayangan di media konvensional maupun digital, serta mampu melakukan sensor mandiri saat berselancar di media sosial,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, KPID Kalsel juga menggandeng Densus 88 dengan menghadirkan Takhlis, Duta Deradikalisasi. Ia memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana paham radikalisme dapat menyusup melalui media sosial, game online, TikTok, hingga aplikasi percakapan seperti Telegram.
Takhlis meminta pelajar lebih waspada dan bijak dalam mengonsumsi konten digital yang berkembang sangat cepat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Banjarmasin, Yudo Sasongko, mengapresiasi kegiatan yang menurutnya sangat relevan dengan kondisi pelajar saat ini.
“Informasi yang diberikan sangat bermanfaat. Anak-anak jadi paham mana konten yang layak dibagikan dan mana yang tidak. Mereka harus bisa memilah dan memilih tayangan yang baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan literasi media terus berlanjut mengingat para siswa sangat aktif di media sosial.
“Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan karena anak-anak sangat dekat dengan dunia digital,” tutupnya.
(Zhn)

Tinggalkan Balasan