INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Bulan Rajab menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk kembali meneladani perjalanan agung Nabi Muhammad SAW. Di berbagai penjuru kota, peringatan Isra Mikraj digelar sebagai sarana memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Salah satunya berlangsung khidmat di Masjid Jami Nur Ibadah, kawasan Mantuil, Banjarmasin, Sabtu (27/12/2025).

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW itu disambut antusias ratusan warga. Jamaah memadati ruang utama masjid hingga halaman. Menariknya, tidak hanya melalui jalur darat, sebagian warga juga datang menggunakan jalur sungai demi mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Suasana semakin khusyuk saat ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh qori muda berbakat, Muhammad Gibran Kusuma, yang merupakan juara pertama MTQ Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu. Lantunan merdu tersebut menambah kekhidmatan acara dan menggetarkan hati para jamaah yang hadir.

Dalam tausiyahnya, KH Qomaruddin atau yang akrab disapa Guru Busu, menyampaikan berbagai hikmah dari peristiwa Isra Mikraj sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah yang sepenuhnya tunduk kepada kehendak-Nya.

Guru Busu menjelaskan, ketundukan tersebut tercermin ketika Rasulullah SAW dibawa Malaikat Jibril untuk melaksanakan salat di beberapa tempat sebelum naik ke Sidratul Muntaha. Tempat-tempat itu merupakan lokasi bermunajat para nabi terdahulu, termasuk Nabi Musa Alaihis Salam.

Selain itu, Guru Busu juga mengajarkan makna tabarruk, yakni mengambil keberkahan dari tempat-tempat yang pernah disinggahi Rasulullah SAW, sebagai pengingat pentingnya nilai spiritual dan sejarah kenabian dalam kehidupan umat Islam.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Hamdani, berharap peringatan Isra Mikraj tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu meningkatkan iman dan takwa serta mempererat persaudaraan antarwarga.

Semoga ke depan kegiatan serupa dapat digelar lebih semarak dan melibatkan berbagai unsur, termasuk jajaran pemerintahan, ujar Hamdani.

“Harapannya kegiatan keagamaan seperti ini bisa semakin besar dan dihadiri para pemangku kebijakan, sehingga terjalin kedekatan antara umara dan ulama di tengah masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Isra Mikraj di Masjid Jami Nur Ibadah pun menjadi pengingat akan pentingnya meneladani Rasulullah SAW, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.