INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Masjid Nurul Ibadah yang berlokasi di Jalan Mahat Kasam Gatot Subroto, Banjarmasin, menggelar peringatan pada Ahad (11/1/2026). Ratusan jamaah tampak memadati ruang induk masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan diawali dengan lantunan syair Maulid Nabi oleh Grup Maulid Habsy Masjid Nurul Ibadah. Alunan shalawat yang menggema menambah suasana religius dan menjadi pembuka majelis penuh keberkahan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Rahmadi, qori peraih Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025. Lantunan ayat suci Al-Qur’an semakin meneguhkan nilai spiritual dalam peringatan Isra Miraj ini.

Tausiyah disampaikan oleh H. Zainuddin Rais yang mengajak jamaah untuk merenungi makna perjalanan Isra dan Miraj Rasulullah SAW. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sarat dengan hikmah, di antaranya saat dada Rasulullah SAW dibelah dan diisi dengan ilmu, sebagai simbol kemuliaan ilmu dalam Islam.

Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan bentuk ibadah dan bagian dari memuliakan Allah SWT, serta Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Selain itu, Rasulullah SAW juga disinggahkan di beberapa tempat untuk melaksanakan salat, termasuk di tempat bekas Nabi Musa AS. Hal tersebut dimaknai sebagai upaya mengambil keberkahan dari para nabi dan orang-orang saleh.

Dalam tausiyahnya, H. Zainuddin Rais juga mengingatkan jamaah tentang diperlihatkannya siksa bagi orang-orang yang meninggalkan salat. Salat merupakan satu-satunya perintah yang diterima Rasulullah SAW secara langsung dari Allah SWT tanpa perantara, dan hingga kini menjadi kewajiban utama yang terus dijalankan oleh umat Islam.

Melalui peringatan Isra Miraj ini, jamaah diharapkan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga salat lima waktu, serta terus menuntut ilmu sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.

(Zhn)