INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin resmi menghadirkan “Z-Corner”, sebuah kawasan kuliner khusus bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan. Sentra kuliner ini berlokasi strategis di kawasan wisata Siring Menara Pandang, tepatnya di samping Langgar Al-Hinduan, dan resmi beroperasi pada Senin (27/4/2026).
Ketua Baznas Kota Banjarmasin, Riduan Masykur, menjelaskan bahwa penempatan pelaku UMKM di kawasan wisata ini terwujud berkat kerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjarmasin.
“Semuanya kami fasilitasi 100 persen oleh Baznas. Mulai dari tenda, meja, kursi, dan peralatan lainnya. Nah, hari ini jajaran dinas dan masyarakat sekitar diberikan kupon untuk mencicipi aneka kuliner yang ada di Z-Corner,” ujar Riduan.

Riduan menambahkan, program ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memanfaatkan ramainya kunjungan wisatawan di Siring untuk menghadirkan sentra kuliner yang tertata. Kedua, memberdayakan kembali warga kurang mampu yang sebelumnya sudah berjualan, namun terhenti akibat dampak pandemi COVID-19.
“Mereka kini kembali kami berikan modal dan sebelumnya telah diberikan pelatihan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, sehingga mereka semangat lagi untuk berjualan,” terangnya.
Terkait kriteria penerima bantuan, Riduan menegaskan bahwa fasilitas ini diprioritaskan bagi warga miskin yang masuk pada kategori desil satu hingga lima. Modal dan fasilitas tersebut bersumber dari dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ke depannya, Baznas menargetkan untuk menyasar lahan milik Pemko di setiap kecamatan agar dapat memfasilitasi lebih banyak UMKM.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menyambut baik dan mengapresiasi langkah Baznas. Menurutnya, pemerintah membutuhkan sinergi dari pihak di luar pemerintahan, termasuk swasta dan Baznas, untuk mendorong UMKM yang merupakan pilar ekonomi kerakyatan.
“Baznas pada prinsipnya membantu warga miskin yang memang tidak memiliki modal. Kita berharap pola yang dilakukan Baznas ini bisa dicontoh oleh instansi atau perusahaan swasta lain melalui dana CSR,” ungkap Dolly.
Ke depan, Dolly berharap pembinaan ini tidak hanya menyasar sektor makanan dan minuman, tetapi juga produk lokal seperti kain Sasirangan. Ia juga menargetkan UMKM binaan Baznas ini nantinya bisa “naik kelas”.
“Kita berharap dengan ini mereka maju, nantinya bisa masuk inkubator bisnis dan dibantu permodalannya oleh Bank Kalsel. Jadi mereka sudah lepas dari level bantuan Baznas dan tinggal berkembang maju saja lagi,” pungkasnya.
(Kko)

Tinggalkan Balasan