INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Selasa (5/5/2026). Di bawah komando Widya Ais Sahla Karsayuda, organisasi ini berkomitmen kuat untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.

Pelantikan 49 pengurus IKA UII Kalsel ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua 2 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKA UII, M. Rifqinizamy Karsayuda. Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin, jajaran Forkopimda, serta perwakilan bupati dan wali kota se-Kalsel.

Usai dilantik, Ketua IKA UII Kalsel, Widya Ais Sahla Karsayuda, menegaskan kesiapannya untuk segera menjalankan roda organisasi. Ia menargetkan pelaksanaan rapat kerja dalam waktu maksimal 3 bulan ke depan untuk menyusun program strategis selama 5 tahun masa jabatan.

Fokus utama kepengurusan ini, menurut Widya, adalah merespons sejumlah tantangan ekonomi daerah.

“Kondisi saat ini menghadirkan tantangan nyata, seperti pengurangan transfer daerah, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga naiknya harga BBM yang berdampak signifikan bagi Kalsel. Namun, kami optimistis IKA UII Kalsel dapat mengambil peran untuk mendorong pembangunan melalui penguatan ekonomi mikro, meskipun dimulai dari langkah-langkah kecil,” ungkap Widya.

Wakil Ketua 2 DPP IKA UII, M. Rifqinizamy Karsayuda, turut mendorong para pengurus untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada demi kemajuan daerah. Secara khusus, ia menyoroti potensi besar di bidang agraria yang membutuhkan sentuhan kaum intelektual.

“Ada lebih dari 100.000 hektare lahan di Kalsel yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pemanfaatan lahan ini tidak boleh hanya berhenti pada tahap penerbitan sertifikat saja, melainkan harus ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang produktif. IKA UII Kalsel harus hadir memikirkan tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk apa agar memberi nilai tambah dan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegas Rifqinizamy yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi 2 DPR RI.

Harapan senada juga datang dari pihak Rektorat. Wakil Rektor 3 UII, Rohidin, mengingatkan bahwa ikatan alumni merupakan wadah strategis di tengah masyarakat untuk menyemai nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan di bangku perkuliahan.

“Dengan bekal kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, hingga kecerdasan emosional, kami berharap para alumni bisa memitigasi permasalahan di daerahnya masing-masing. Teruslah ikut serta dan berkontribusi secara nyata dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia,” tutur Rohidin.

Merespons komitmen besar tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalsel, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut UII sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Indonesia telah melahirkan banyak SDM unggul yang kini tersebar dan mengabdi di berbagai penjuru negeri, termasuk Kalsel.

Menurutnya, eksistensi IKA UII di Banua merupakan kekuatan penting dalam akselerasi pembangunan daerah.

“Kehadiran IKA UII di Banua ini adalah bukti bahwa ikatan almamater bukan sekadar hubungan emosional, tetapi juga menjadi modal sosial yang nyata dalam pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan IKA UII dalam berbagai program pembangunan,” pungkas Syarifuddin menutup arahannya.

Sebagai pelengkap rangkaian pelantikan, acara diakhiri dengan Seminar Nasional bertajuk “Strategi Investasi Aman dan Cerdas di Era Keuangan Digital dalam Mendukung Pembangunan Banua”. Seminar yang didukung penuh oleh Bank Kalsel ini dihadiri ratusan mahasiswa untuk mengedukasi generasi Z agar melek finansial dan terhindar dari jerat investasi bodong.

(Kko)