INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Kemudahan dan fleksibilitas sistem perkuliahan terbukti menjadi daya tarik utama Universitas Terbuka (UT). Bukti nyatanya terlihat pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Tatap Muka di Kota Banjarmasin pada Sabtu( 20/06/2026). Ujian ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa lokal, tetapi juga menjadi tempat menguji kemampuan bagi ratusan mahasiswa UT dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan ujian yang berlangsung serentak ini turut ditinjau langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT, Prof. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., bersama jajaran staf ahli dan Direktur UT Banjarmasin.
Pemantauan difokuskan di tiga titik utama, yakni SMKN 1 Banjarmasin, SMAN 1 Banjarmasin, dan SMAN 2 Banjarmasin. Secara keseluruhan, UT Banjarmasin menggelar ujian tatap muka di 479 ruang yang tersebar di 22 lokasi pada 14 wilayah ujian.
Menariknya, dari ribuan peserta yang memadati ruang ujian, terdapat 168 mahasiswa yang berasal dari luar daerah, seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan wilayah lainnya. Mereka memanfaatkan fleksibilitas UT untuk menumpang ujian di Banjarmasin.
Salah satunya adalah Afandra Falkif, mahasiswa UT asal Bogor yang kini berdomisili di Banjarmasin karena urusan pekerjaan.
“Kebetulan pekerjaan saya menuntut untuk pindah ke Banjarmasin. Fleksibilitas UT ini sangat membantu proses pendidikan saya. Saya tetap bisa mengikuti ujian di kota tempat saya tinggal saat ini tanpa harus repot kembali ke Bogor,” ungkap Afandra.

Meski menawarkan fleksibilitas tinggi, UT tetap menjaga kualitas dan integritas akademiknya. Direktur UT Banjarmasin, Ir. Mochamad Priono, M.Si., memastikan seluruh proses ujian berjalan lancar, termasuk distribusi logistik berskala besar yang aman terkendali. Ia juga menekankan ketatnya sistem ujian di UT.
“Tidak ada naskah yang kurang dan form lainnya dipastikan aman. Perlu diketahui, di UT itu naskah ujian dan Lembar Jawaban Ujian (LJU) sangat terpersonalisasi. Artinya, naskah hanya khusus untuk satu mahasiswa dan tidak ada duplikasi,” jelas Priono.
Ia menambahkan, “Sehingga setiap mahasiswa memiliki naskah ujian yang unik. Walaupun mereka duduk bersebelahan, soal yang dikerjakan pasti berbeda. Namun, secara kompetensi, soal tersebut mengukur standar yang setara.”
Dalam kunjungannya, Wakil Rektor III UT, Prof. Paken Pandiangan, mengaku sangat terkesan melihat antusiasme mahasiswa di Banjarmasin, terutama para generasi muda yang gigih mengejar gelar sarjana di tengah kesibukan profesional mereka.
“Saya sangat terkesan melihat banyak generasi muda di sini yang tetap semangat menempuh pendidikan tinggi sembari bekerja. Semangat luar biasa ini membuktikan bahwa UT menjadi solusi dan pilihan terbaik bagi mereka untuk meningkatkan kualifikasi diri, tanpa harus meninggalkan rutinitas pekerjaannya sehari-hari,” tutur Prof. Paken.
Sehari setelah ujian tatap muka rampung, para mahasiswa akan dijadwalkan untuk mengikuti ujian secara dalam jaringan (online). Direktur UT Banjarmasin menjelaskan bahwa UT menerapkan tiga metode ujian online yang canggih guna mengakomodasi berbagai situasi mahasiswa:
-
Live Proctoring: Ujian berbasis komputer di mana mahasiswa datang ke lokasi yang ditentukan, masuk ke dalam sistem e-learning UT, dan dapat langsung mengetahui nilainya secara real-time.
-
Automatic Online Proctoring: Metode ini banyak dipilih oleh mahasiswa yang berhalangan hadir ke lokasi ujian. Mereka dapat mengerjakan soal dari rumah dengan syarat ketat, yakni wajib menggunakan dua perangkat (device); satu laptop untuk ujian dan perangkat lain untuk memonitor pergerakan mahasiswa agar tidak terjadi kecurangan.
-
Mobile-Based Exam: Ujian online berbasis smartphone yang saat ini masih dalam tahap pengembangan dan baru diterapkan secara terbatas.
Melalui perpaduan fleksibilitas lokasi dan ketatnya sistem evaluasi, Universitas Terbuka terus mengukuhkan posisinya sebagai pionir pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan inklusif di Indonesia.
(WZM)

Tinggalkan Balasan