INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Musibah kebakaran yang melanda Komplek Perguruan Muhammadiyah di Jalan S. Parman, Banjarmasin, beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam. Peristiwa nahas tersebut berdampak fatal terhadap proses belajar mengajar para siswa lantaran menghanguskan puluhan fasilitas penting sekolah.
Tercatat, hampir 30 ruangan kelas, baik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA), serta fasilitas laboratorium dan perpustakaan ludes dilahap si jago merah. Kondisi bangunan tua yang didominasi konstruksi kayu membuat api menyebar dengan sangat cepat. Tak hanya menghanguskan bangunan, proses pembasahan saat pemadaman juga mengakibatkan 30 unit komputer rusak total dan tidak dapat digunakan lagi.
Merespons situasi darurat ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Banjarmasin segera mengambil langkah nyata dengan menggalang donasi. Gerakan ini mendapat sambutan luar biasa, baik dari warga persyarikatan maupun masyarakat Kota Banjarmasin secara umum.
Hanya dalam waktu dua minggu masa penghimpunan, PDA Kota Banjarmasin berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan sebesar Rp112.500.000.
Dana tersebut kemudian didistribusikan ke dalam dua pos utama, Rp100.500.000 dialokasikan khusus untuk membantu pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar, Sisanya, disalurkan langsung kepada warga yang bermukim di samping sekolah yang rumahnya turut terdampak musibah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua PDA Kota Banjarmasin, Sumiatun, kepada Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 1, Muhammad Rusli. Prosesi serah terima ini berlangsung di Masjid KH Ahmad Dahlan pada Ahad (14/6/2026).
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pihak sekolah untuk segera membangun kembali ruang-ruang kelas yang terbakar,” tutur Sumiatun.
Kepedulian serupa juga datang dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan. Pada kesempatan yang sama, Ketua PWA Kalsel, Yulia Qamariyanti, turut menyerahkan sumbangan hasil kolektif dari para pengurus PWA sebesar Rp10.800.000.
Yulia memaparkan bahwa langkah ini sengaja dirancang agar memupuk inisiatif dan kepekaan sosial di tiap tingkatan cabang.
“Kami memang tidak meminta bantuan terpusat di PWA, kami serahkan ke masing-masing cabang yang langsung disalurkan nantinya, biar menimbulkan rasa kepedulian kepada sesama,” jelas Yulia Qamariyanti.
Ketua PCM Banjarmasin 1, Muhammad Rusli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga atas uluran tangan jajaran Aisyiyah. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan cerminan rasa kebersamaan yang kokoh.
“Ini adalah bentuk kebersamaan yang terbangun di lingkungan Muhammadiyah, sekaligus mewujudkan jiwa seorang ibu yang tulus berbagi kepada anak-anaknya saat tertimpa musibah,” ungkap Rusli dengan haru.
Terkait pemulihan pasca-kebakaran, pihak PCM saat ini masih mematangkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan gedung. Namun, estimasi sementara menunjukkan bahwa kebutuhan dana untuk membangun kembali seluruh fasilitas pendidikan tersebut ditaksir mencapai angka Rp10 Miliar.
Sebagai langkah percepatan, pihak pengurus telah mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Kementerian Agama (Kemenag). Di saat yang sama, mereka terus membuka pintu donasi seluas-luasnya bagi para dermawan yang ingin bergotong-royong membangun kembali ruang belajar yang layak demi masa depan dan cita-cita anak-anak.
(Kko)

Tinggalkan Balasan