INFOINAJA.ID, BANJARMASIN Tantangan membina dan mendidik anak-anak di panti asuhan kini semakin kompleks, terlebih di era digital saat ini. Akses informasi yang tidak terbatas membuat anak-anak rentan terpengaruh oleh dunia luar melalui gawai dan media sosial.

Merespons fenomena tersebut, Forum Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah (Forpama) Kota Banjarmasin menggelar acara Halalbihalal sekaligus peningkatan kapasitas (upgrading) ilmu bagi para pengurus dan pengasuh Panti Asuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan HKSN, Banjarmasin Utara, pada Sabtu (18/4/2026) ini, menghadirkan psikiater dr. Yanuar Satrio Saroso sebagai pemateri utama. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan pengasuh, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Banjarmasin.

Ketua Forpama Kota Banjarmasin, Sutata, menyampaikan bahwa halalbihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi untuk mempererat ukhuwah antar-pengurus. Lebih dari itu, forum ini bertujuan menyatukan visi dan misi guna meningkatkan kualitas pelayanan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Kita berharap motivasi dan materi yang diberikan dapat menjadi panduan teknik pengasuhan yang benar. Apalagi sekarang adalah zaman gawai dan media sosial. Jangan sampai kita salah kaprah dalam memberikan batasan-batasan, sehingga anak tidak menjadi salah asuhan,” terang Sutata.

Menariknya, meski tumbuh di lingkungan panti asuhan, anak-anak asuh ini terbukti memiliki rasa percaya diri dan potensi yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penampilan bakat yang memukau para hadirin di sela-sela kegiatan. Anak-anak panti asuhan ini unjuk kebolehan mulai dari membawakan tarian daerah, bermain alat musik biola, hingga menyampaikan tausiyah agama.

Ketua Panitia Kegiatan, Harianto, menuturkan bahwa berbagai bakat terpendam anak-anak asuh tersebut akan terus didukung dan dikembangkan secara serius oleh para pengurus ke depannya.

Pertemuan edukatif seperti ini sebenarnya merupakan agenda rutin bulanan Forpama. Sesekali, pertemuan dirangkai dengan kegiatan besar untuk memantik semangat dan motivasi anak asuh. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mengembangkan keilmuan dan bakat, tetapi juga siap bersaing menjadi generasi yang berakhlak mulia di tengah pesatnya kemajuan zaman.