INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Kantor Layanan (KL) Lazismu Pondok Pesantren Al Furqan turut ambil bagian dalam aksi kepedulian kemanusiaan bagi para korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penggalangan donasi dilakukan dengan melibatkan dewan guru, para santri, serta orang tua santri. Aksi solidaritas ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai 4 hingga 12 Desember 2025.
Kepala KL Lazismu Pontren Al Furqan, Najma, menyampaikan bahwa dari hasil penggalangan tersebut berhasil dihimpun donasi sebesar Rp86.835.007. Jumlah ini bahkan melampaui target awal yang ditetapkan, yakni sebesar Rp50 hingga Rp60 juta.
“Alhamdulillah, donasi yang terkumpul melebihi target kami. Hari ini bantuan tersebut kami serahkan langsung kepada Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarmasin,” ujar Najma di sela penyerahan bantuan, Selasa (16/12/2025).
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Najma menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Lazismu PDM Kota Banjarmasin, M. Adriani, menjelaskan bahwa dari total donasi tersebut, sebesar Rp50 juta akan segera disalurkan ke Lazismu Lhokseumawe, Aceh, sebagai bantuan tanggap darurat. Adapun sisa dana akan dikonsolidasikan bersama kantor layanan Lazismu lainnya melalui Lazismu Wilayah untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban banjir.
“Total donasi yang telah terhimpun saat ini mencapai lebih dari Rp800 juta dan akan disalurkan secara bertahap langsung kepada korban terdampak,” jelas Adriani.
Di sisi lain, Sekretaris Pondok Pesantren Al Furqan, Ustadz Fitriadin, mengungkapkan bahwa kegiatan penggalangan donasi ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada para santri.
“Kami ingin menanamkan rasa saling berbagi dan solidaritas yang tinggi, agar tertanam dalam jiwa para santri kepedulian sosial sebagai bekal di masa depan,” harapnya.
(Zhn)

Tinggalkan Balasan