INFOINAJA.ID, DENPASAR – Pesatnya perkembangan media digital menuntut humas pemerintah untuk lebih adaptif dalam mengelola keterbukaan informasi publik. Merespons tantangan tersebut, Sekretariat DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama insan pers yang tergabung dalam Pressroom DPRD Kalsel menggelar studi komparasi ke Provinsi Bali pada Kamis (21/5/2026).
Kunjungan strategis ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan kehumasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang dinilai sukses membangun kemitraan erat dengan lebih dari 130 media lokal maupun nasional. Selain itu, Bali juga dinilai berhasil menjaga citra daerahnya di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.
Saat menyambangi Kantor Biro Humas dan Protokol Setdaprov Bali di Denpasar, rombongan dari Bumi Lambung Mangkurat ini disajikan pemaparan komprehensif mengenai tata kelola informasi publik, strategi komunikasi krisis, hingga manajemen kemitraan media.
Kabag Umum dan Keuangan Setwan Kalsel, Riduansyah, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan banyak perspektif dan wawasan baru yang sangat berharga untuk diterapkan di Kalimantan Selatan.
“Banyak mendapatkan pengetahuan, khususnya mengenai penanganan sampah, menjaga adat istiadat Bali terhadap banyaknya kunjungan wisata di sini, dan kemitraan media yang sangat baik hubungannya,” ujar Riduansyah saat memberikan keterangan di sela kegiatan.
Riduansyah juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh jajaran pimpinan daerah di Bali dalam merangkul ekosistem pers modern.
“Terutama yang digagas gubernur mereka, banyak melaksanakan hubungan baik dengan media online maupun media cetak. Itu merupakan hal yang positif yang tentunya akan kita bawa, kita pelajari dan kita terapkan di Kalsel,” tambahnya.
Di pihak lain, Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Bali, Kadek Suadnyana, menyambut hangat kedatangan rombongan Setwan Kalsel. Ia menekankan bahwa fungsi kehumasan pemerintah saat ini tidak boleh lagi terjebak dalam ruang lingkup lokal saja.
“Untuk kehumasan ini sendiri memang tidak cukup melakukan kerja sama dan koordinasi di lingkup lokal saja, tetapi bagaimana kerja sama dengan nasional maupun luar daerah. Pemerintah perlu melakukan upaya-upaya strategis untuk membangun komunikasi itu,” jelas Kadek Suadnyana.
Kadek tidak menampik bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, termasuk Bali dan Kalimantan Selatan. Kendati demikian, substansi dari kehumasan tetaplah sama, yaitu bagaimana membangun kepercayaan (trust) melalui kemitraan yang positif dengan media.
“Ke depan, pengalaman kehumasan ini juga ditentukan perkembangan platform. Dulu medianya konvensional, sekarang media sosial dan digital semakin luas. Pola komunikasi pemerintah harus semakin adaptif,” pungkasnya.
Melalui studi komparasi ini, Setwan dan Pressroom DPRD Kalsel berharap penguatan hubungan kemitraan dengan media digital maupun konvensional dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas penyebarluasan informasi terkait kinerja kedewanan agar lebih transparan dan sampai langsung ke masyarakat luas.
(Kko)

Tinggalkan Balasan