INFOINAJA.ID, BANJAR – Pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, terus menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi desa. Semangat inilah yang dibawa oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat menyambangi Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), kampus ini sukses menyulap rimpang jahe di pekarangan warga menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Di bawah komando Dr. apt. Noor Cahaya, S.Si., M.Si., tim dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi FMIPA ULM menggandeng ibu-ibu rumah tangga setempat untuk memaksimalkan potensi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini dirancang berkelanjutan dan tidak hanya berhenti pada teori semata.

Pada tahap pertama yang digelar 21 Mei 2026 lalu, suasana riuh dan antusias mewarnai pelatihan. Para peserta diajarkan menyulap jahe biasa menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti serbuk jahe instan dan sirup jahe. Ibu-ibu rumah tangga ini tidak hanya dilatih cara meracik, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang standar kebersihan produksi hingga teknik pengemasan yang cantik dan kekinian agar mampu bersaing di pasaran.

Menyadari bahwa produk yang bagus harus dibarengi dengan legalitas dan strategi pemasaran yang jitu, FMIPA ULM kembali hadir pada 6 Agustus 2026. Di tahap kedua ini, para peserta diajak “naik kelas”. Mereka dibekali literasi digital untuk mempromosikan dagangannya ke pasar yang lebih luas melalui internet. Lebih dari itu, emak-emak Desa Guntung Papuyu ini juga didampingi secara langsung untuk mengurus perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Kehadiran program ini disambut hangat oleh warga, termasuk Ibu Pembakal Desa Guntung Papuyu, Hj. Wahidah, yang hadir bersama rombongan ibu-ibu PKK dan para pelaku usaha setempat. Antusiasme mereka menjadi bukti nyata bahwa masyarakat desa memiliki semangat tinggi untuk maju jika diberikan fasilitas dan pendampingan yang tepat.

Melalui sinergi manis antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, rimpang jahe kini bukan sekadar bumbu dapur atau obat masuk angin biasa di Desa Guntung Papuyu. Jahe telah bertransformasi menjadi simbol kemandirian ekonomi keluarga, membuka jalan bagi ibu-ibu desa untuk menjadi pengusaha tangguh yang siap bersaing di era digital.

(Rilis/Zhn)