INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Balai Pengolahan Lahan dan Indikasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Banjarbaru menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan pengadaan program prioritas cetak sawah tahun anggaran 2026, sekaligus melaksanakan forum komunikasi publik.

Acara yang mengangkat tema “Bersinergi mewujudkan lahan pertanian produktif untuk ketahanan pangan nasional” ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Dinas Pertanian, jajaran Kodim, para petani, hingga kalangan akademisi.

Kepala BPLIP Banjarbaru, Abdul Sabur, S.Hut., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres program cetak sawah, khususnya yang berada di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana nantinya kita melihat sejauh mana progres dari kegiatan kita selama ini. Sehingga jika nantinya perlu melakukan evaluasi ataupun perlu melakukan dorongan, hal-hal tersebut bisa segera ditindaklanjuti agar kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang ingin dicapai,” jelas Abdul Sabur.

Lebih lanjut Sabur memaparkan, saat ini target luasan cetak sawah mencapai lebih dari 18 ribu hektar. Seluruh lahan tersebut saat ini telah dikontrakkan dan memasuki tahap pengelolaan. Pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai dan membuahkan hasil yang maksimal.

“Harapan kami bisa mencapai target tersebut karena menurut kami saat ini dukungan dari iklim, kemudian dukungan dari penyedia, kelengkapan alat, dan lain sebagainya cukup membuat kami yakin bahwa target yang ingin dicapai bisa terlaksana,” tambahnya.

Meski demikian, Sabur tak menampik adanya kendala di lapangan selama proses pengerjaan. Karakteristik lahan rawa yang dinamis menjadi tantangan utama.

“Tentunya kendala itu selalu ada karena kita tahu sendiri bahwa lahan rawa itu sangat dinamis sekali dan semuanya bersifat spesifik lokasi. Tapi dengan kemampuan, pengetahuan, serta ditambah dengan kawan-kawan yang betul-betul ahli dalam pengolahannya, hal tersebut kami pikir sesuatu yang bisa kita laksanakan,” tegasnya.

Ke depannya, pihak BPLIP Banjarbaru akan terus mengembangkan konsep cetak sawah ini agar cita-cita swasembada dan ketahanan pangan bisa segera terwujud.

(Zyyn)