Pemantauan Aktivitas Gunung Merapi di Yogyakarta
Gunung Merapi, yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl), tercatat mengalami lima kali guguran lava pada hari ini, Kamis (23/10/2025). Guguran tersebut terjadi ke arah barat daya, yaitu menuju Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Pemantauan aktivitas gunung berapi ini dilakukan selama masa pengamatan dan pemantauan pagi hari, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Selain guguran lava, dalam periode yang sama juga tercatat sebanyak 18 kali gempa guguran. Amplitudo gempa berkisar antara 2 hingga 28 mm, sedangkan durasi gempa bervariasi antara 54,94 hingga 138,68 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status Level III (Siaga) untuk Gunung Merapi. Status ini berlaku untuk gunung berapi aktif yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi pagi ini tercatat cenderung cerah dan berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara berada dalam kisaran 16,7 hingga 20 derajat Celsius. Kelembaban udara mencapai 94 hingga 99 persen, sedangkan tekanan udara berkisar antara 871,8 hingga 914 mmHg.
BPPTKG Yogyakarta juga memberikan informasi tentang potensi bahaya yang saat ini dapat terjadi akibat aktivitas Gunung Merapi. Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Wilayah yang terkena dampaknya mencakup Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 km.
Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga jarak maksimal 3 km dan Sungai Gendol hingga jarak maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak gunung.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah yang berpotensi terkena bahaya. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Mereka juga diingatkan untuk mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan.
Area yang Diperhatikan oleh BPPTKG
Wilayah yang menjadi fokus pemantauan BPPTKG adalah:
- Sektor Selatan-Barat Daya:
- Sungai Boyong hingga 5 km
-
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
-
Sektor Tenggara:
- Sungai Woro hingga 3 km
- Sungai Gendol hingga 5 km
Selain itu, area sekitar puncak gunung juga berisiko terkena lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif, dengan radius hingga 3 km.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Merapi disarankan untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran dari pihak BPPTKG. Hal ini penting untuk menghindari risiko yang bisa terjadi akibat aktivitas vulkanik yang tidak terduga.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui sumber resmi dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar. Dengan demikian, potensi bahaya dapat diminimalkan sekaligus memastikan kelancaran kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan