INFOINAJA.ID, BANJARMASIN –  Masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kini dapat bernapas lega. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng memberikan jaminan penuh bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik bergilir di wilayah tersebut.

Kepastian ini disampaikan oleh manajemen PLN seiring telah rampungnya perbaikan pada sejumlah pembangkit listrik milik perusahaan swasta yang menjadi mitra kerja mereka. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota DPD RI asal Kalimantan Selatan, Gusti Farid Hasan Aman, di Kantor DPD RI Provinsi Kalsel, Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, Rabu siang.

Senior Manager Distribusi PLN UID Kalselteng, Setiyawan, membeberkan bahwa gangguan pada pembangkit yang sempat meresahkan masyarakat murni disebabkan oleh kendala teknis, bukan lantaran krisis pasokan batu bara seperti yang sempat dikhawatirkan.

“Alhamdulillah, proses perbaikan sistem kelistrikan akibat gangguan teknis pada pembangkit mitra kami sudah berhasil diselesaikan. Yang sangat menggembirakan, perbaikan ini rampung jauh lebih cepat dari target awal yang kami perkirakan baru akan selesai pada akhir September 2026,” ujar Setiyawan dalam pemaparannya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak PLN tidak akan mengendurkan pengawasan meskipun kondisi saat ini sudah normal.

“Kami berkomitmen untuk terus memantau secara ketat dan melakukan mitigasi terhadap seluruh pembangkit serta aset yang ada di dalam sistem interkoneksi. Hal ini untuk menjaga keandalan suplai listrik ke masyarakat agar tetap maksimal,” tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, Anggota DPD RI asal Kalsel, Gusti Farid Hasan Aman, menyambut positif langkah cepat dan garansi yang diberikan oleh pihak PLN. Meski demikian, ia menegaskan fungsi pengawasannya sebagai wakil daerah tidak akan berhenti sampai di rapat tersebut.

“Tentu kita menyambut baik jaminan dari PLN bahwa tidak akan ada lagi pemadaman bergilir di Banua. Namun, sebagai bentuk fungsi pengawasan dari legislatif, saya akan tetap membawa hasil pertemuan dan evaluasi masalah kelistrikan ini ke tingkat pusat di Jakarta,” tegas Gusti Farid.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaporan ke pusat diperlukan untuk mencari solusi jangka panjang bagi ketahanan energi di Kalimantan Selatan.

“Langkah ini penting kita kawal ke pusat agar insiden pemadaman atau gangguan listrik berskala besar tidak terulang kembali. Kita ingin memastikan sistem kelistrikan di Kalsel benar-benar tangguh dan tidak merugikan aktivitas masyarakat ke depannya,” pungkasnya.

Dengan garansi yang diberikan PLN dan pengawasan ketat dari DPD RI, warga Banua kini berharap suplai listrik dapat terus terjaga stabil tanpa kendala berarti di masa mendatang.

(Kko)