INFOINAJA.ID, BANJARMASIN – Gelombang solidaritas atas musibah kebakaran yang melanda Kompleks Perguruan Kiai Haji Ahmad Dahlan di kawasan Jalan S. Parman, Banjarmasin, terus berdatangan. Kali ini, bentuk kepedulian datang dari Pondok Pesantren (Pontren) Modern Al-Furqan Banjarmasin yang menyerahkan bantuan puluhan juta rupiah.
Dana sebesar Rp41.400.000 tersebut berhasil dihimpun sejak awal musibah hingga 30 Juni 2026, yang dikoordinasikan melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu Pontren Al-Furqan. Penyerahan bantuan disalurkan secara simbolis di Masjid KH Ahmad Dahlan pada Jumat (3/7/2026).
Setelah penyerahan tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 3 turut berpartisipasi dengan menambahkan bantuan sebesar Rp1.000.000, sehingga total keseluruhan bantuan yang diserahkan mencapai Rp42.400.000.
Mudir Pontren Modern Al-Furqan, Fahmi Riyadi, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk rasa persaudaraan dan kepedulian antar-lembaga.
“Ini adalah wujud kepedulian terhadap persyarikatan, terutama bagi sesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang pendidikan, demi cita-cita kita bersama memajukan anak bangsa,” ungkap Fahmi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PCM Banjarmasin 1, Muhammad Rusli, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas uluran tangan dari berbagai pihak. Ia menyebut bahwa musibah yang menghanguskan sedikitnya 18 ruang kelas, laboratorium, hingga perangkat komputer ini ternyata membawa hikmah dan berkah tersendiri.
“Musibah ini menggerakkan seluruh komponen masyarakat dan persyarikatan untuk saling bergandengan tangan serta peduli satu sama lain,” tutur Rusli.
Total Dana Terkumpul Capai Rp4 Miliar
Rusli juga memaparkan bahwa hingga saat ini, total dana yang sudah terhimpun untuk proses pembangunan kembali ditaksir telah mencapai angka Rp4 miliar. Dana tersebut bersumber dari beberapa pihak, antara lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI: Rp3,2 miliar, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen: Rp250 juta serta Donasi dari warga dan simpatisan di seluruh Indonesia.
Dengan ketersediaan dana tersebut, proses pembangunan kembali kompleks pendidikan akan dilaksanakan secara bertahap. Saat ini, panitia pembangunan tengah memasuki fase pembongkaran sisa-sisa bangunan yang terbakar.
Hingga kini, pihak panitia terus membuka kesempatan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menyalurkan donasi. Bantuan ini diharapkan menjadi amal jariah yang berkelanjutan demi kelancaran pembangunan kembali Kompleks Perguruan KH Ahmad Dahlan Banjarmasin agar aktivitas belajar-mengajar dapat segera pulih.
(Zhn)

Tinggalkan Balasan